Support

Slideshow
Get the Flash Player to see the slideshow.
Visitor
  • Visitors today: 4
  • Currently online: 1
  • Visitors yesterday: 18
  • Total visitors: 52,053
Recent Downloads
  • N/A

Dugaan pencemaran air di pantai Sedati terbukti. Berdasar hasil laboratorium Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Jawa Timur, perairan Sedati tersebut mengandung banyak logam berat, terutama Kromium.

Jika terkontaminasi logam tersebut dalam jangka waktu yang cukup lama, orang bisa terkena kanker saluran pernapasan akut dan infeksi kulit. ” Hal itu jika  terpapar dalam jumlah banyak selama bertahun tahun “, ungkap Kepala Bidang Pengawasan Lingkungan dan Pengelolaan Limbah BLH Sidoarjo Asnan Muhammad.

Dia menjelaskan, sampel limbah itu diambil enam hari setelah ada laporan warga. Sesudah itu sampel tersebut dikirim ke BLH provinsi untuk diteliti . Hasilnya baru keluar tgl 28 Maret 2010.

Hasil tersebut, terang Asnan, bakal dilaporkan kepada Bupati Sidoarjo Win Hendarso untuk ditangani lebih lanjut. Salah satu upaya penanganan tersebut, mencari pihak yang mencemari lingkungan tersebut.

Menurut Asnan, Pantai Sedati merupakan muara Kali Tambakoso dan Kali Buntung. Dua kali itu berada di kawasan industri SIER dan Waru. Dugaan awal, limbah berasal dari dua kali tersebut.

Namun setelah diteliti, air kali malah tidak mengandung kromium, hanya fenol, yaitu limbah rumah tangga yang biasanya berasal dari detergen. “Itukan agak aneh. Yang tercemari kromium cuma pantai. Lantas, dari mana limbah itu?” tanya dia.

Ada kemungkinan kapal-kapal yang melintas membuang limbah di pantai yang berbatasan dengan Selat Madura tersebut. Banyak kasus limbah pabrik yang diangkut dengan kapal, lalu dibuang ke laut. Apalagi kawasan tersebut dipadati lalu lintas kapal.

Untuk itu, Asnan mengimbau agar para nelayan di Sedati segera memberikan informasi kepada BLH jika melihat hal-hal yang mencurigakan. Misalnya, ada kapal yang membuang tong atau cairan berbahaya.

Disampaikan oleh : Filter air Shin Ei

Comments are closed.